Mendefinisikan Ulang Peran Gender dalam Pertanian Kakao melalui Farming through the Gender Action Learning System (GALS)
Photo credit: Koltiva
Di Aceh, perempuan memiliki peran sentral dalam proses produksi kakao dan masih menghadapi tantangan struktural yang berasal dari tradisi, warisan tanah, dan sistem teknologi yang mengabaikan peran dan kontribusi mereka. Meskipun, perempuan memiliki keterlibatan yang penting dalam proses panen, pengelolaan pascapanen, dan ketahanan rumah tangga, mereka tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.
Melalui TRASNFORM, Koltiva mengimplementasikan Gender Action Learning System (GALS) untuk mengatasi ketimpangan yang dihadapi perempuan. GALS merupakan metode partisipatif yang memberdayakan perempuan dan laki-laki secara kolaboratif untuk menganalisa dinamika rumah tangga, menentukan tujuan mereka, dan merancang solusi inklusif. Dengan menggunakan alat bantu seperti Production Tree, Pohon Keluarga, Dream Journey, pelatihan ini membentuk landasan bersama untuk pengambilan keputusan dan perencanaan sumber daya.
Di pertengahan 2025, 107 produsen dari 27 pedesaan telah berpartisipasi di sesi GALS dengan 16% (atau sekitar 39 orang) merupakan perempuan. Di akhir program, 500 rumah tangga (setengahnya dipimpin oleh perempuan) akan merasakan manfaat dari program ini. Hasilnya sudah terlihat dengan 73% dari rumah tangga yang berpartisipasi melaporkan telah menerapkan praktik pengambilan keputusan bersama, menandakan pergeseran menuju sistem kakao yang lebih inklusif dan tangguh.
Baca selengkapnya di sini.